Kamis, 22 Maret 2018
Integral Tak Tentu
Maret 22, 2018
No comments
Rumus di atas di Baca “Integral tak tentu dari fungsi f(x) terhadap variabel X”
Berikut rumus pembahasan integral tak tentu:
Rumus di atas adalah Rumus Umum Integral.
Masi Kurang Rumusnya.? Pengen di tambah lagi Rumus Pengembangan Integral Tak Tentu.? Baiklah Silahkan langsung lihat di bawah ini ya:
Matematika itu memang menarik dan asyik.., memang si kadang bikin pusing tapi ada tantanganya di situ.
Sekarang kita masuk Ke Contoh Soal Integral:
1. Jika di Ketahui
Jawab :
2. Jika di Ketahui
Maka Tentukanlah Integralnya .!
Jawab:
3. Jika Diketahui
Maka Tentukanlah Integralnya.!
Jawab:
4. Jika Di Ketahui
Maka Tentukanlah Integralnya.!
Jawab :
5. Jika Diketahui
(Akar Tiga) Maka Tentukanlah Integralnya.!
Jawab :
Rabu, 07 Maret 2018
Pengaturan 1 server untuk 2 UNBK
Maret 07, 2018
No comments
Jika merasa kesusahan dalam pengaturan 1 server untuk dua mesin UNBK
http://dany023.blogspot.co.id/2017/02/2-jenjang-dalam-1-server-lokal-ubk-2017.html?m=1
Minggu, 04 Maret 2018
Baris dan Deret Aritmatika
Maret 04, 2018
No comments
ARITMATIKA
Baris
Baris adalah daftar urutan bilangan dari kiri ke kanan yang mempunyai pola tertentu. Setiap bilangan dalam barisan merupakan suku dalam barisan.
Contoh:
1, 2, 3, 4, 5, ... , dst.
3, 5, 7, 9, 11, … , dst.
Deret
Deret adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan. Jika suatu barisan:
maka
adalah
Deret.
Contoh:
1 + 2 + 3 + 4 + 5, ... + Un
3 + 5 + 7 + 9 + 11 + … + Un.
Barisan Aritmatika
Barisan aritmatika adalah barisan dengan selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Selisih tersebut dinamakan beda dan dilambangkan dengan “b”
Contoh:
3, 6, 9, 12, 15.
Barisan diatas merupakan barisan aritmatika karena selisih dari setiap suku yang berurutan selalu sama/tetap, yaitu 6 – 3 = 9 – 6 = 12 – 9 = 15 – 12 = 3. Nah 3 inilah yang dinamakan beda.
Bentuk umum barisan aritmatika:
a, (a+b), (a+2b), (a+3b), …, (a+(n-1)b)
Baris adalah daftar urutan bilangan dari kiri ke kanan yang mempunyai pola tertentu. Setiap bilangan dalam barisan merupakan suku dalam barisan.
Contoh:
1, 2, 3, 4, 5, ... , dst.
3, 5, 7, 9, 11, … , dst.
Deret
Deret adalah penjumlahan suku-suku dari suatu barisan. Jika suatu barisan:
maka
Contoh:
1 + 2 + 3 + 4 + 5, ... + Un
3 + 5 + 7 + 9 + 11 + … + Un.
Barisan Aritmatika
Barisan aritmatika adalah barisan dengan selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Selisih tersebut dinamakan beda dan dilambangkan dengan “b”
Contoh:
3, 6, 9, 12, 15.
Barisan diatas merupakan barisan aritmatika karena selisih dari setiap suku yang berurutan selalu sama/tetap, yaitu 6 – 3 = 9 – 6 = 12 – 9 = 15 – 12 = 3. Nah 3 inilah yang dinamakan beda.
Bentuk umum barisan aritmatika:
a, (a+b), (a+2b), (a+3b), …, (a+(n-1)b)
Rumus
Beda:
Suku
ke-n:
atau
Keterangan:
a = U1 = Suku pertama
b = beda
n = banyak suku
Un= Suku ke-n
a = U1 = Suku pertama
b = beda
n = banyak suku
Un= Suku ke-n
Contoh soal:
1. Suku pertama dari barisan aritmatika adalah 3 dan bedanya = 4, suku ke-10 dari barisan aritmatika tersebut adalah …
Penyelesaian:
a = 3
b = 4
2. Diketahui barisan aritmatika sebagai
berikut: 5, 8, 11, …
Tentukan:
Nilai suku ke-15 !
Penyelesaian:

Tentukan:
Nilai suku ke-15 !
Penyelesaian:
3. Diketahui suatu barisan aritmatika suku
pertamanya adalah 4 dan suku ke-20 adalah 61.
Tentukan beda barisan aritmatika tersebut!
Penyelesaian:
a = 4
Tentukan beda barisan aritmatika tersebut!
Penyelesaian:
a = 4
Suku Tengah Barisan
Aritmatika
Jika
barisan aritmatika mempunyai banyak suku (n) ganjil, dengan suku pertama a, dan
suku terakhir Un maka suku tengah Ut dari barisan tersebut adalah sebagai
berikut:
Contoh soal:
Diketahui
barisan aritmatika 5, 8, 11, …, 125, 128, 131. Suku tengahnya adalah …
Penyelesaian:
barisan
aritmatika 5, 8, 11, …, 125, 128, 131
suku
pertama, a = 5
suku
ke-n, Un = 131
suku
tengah:
Deret Aritmatika
Deret
aritmatika adalah jumlah suku-suku dari suatu barisan aritmatika.
Bentuk
umum deret aritmatika:
a +
(a+b) + (a+2b) + (a+3b) + …+ (a+(n-1)b)
rumus:
atau
keterangan:
Sn
= jumlah n suku pertama
Contoh soal:
Diketahui
deret aritmatika sebagai berikut,
Tentukan:
a. Suku
ke-10
Penyelesaian:
a.
Suku ke-10
b. Jumlah sepuluh
suku pertama:
Sisipan pada Barisan
Aritmatika
Apabila
antara dua suku barisan aritmatika disisipkan k buah bilangan (suku baru)
sehingga membentuk barisan aritmatika baru, maka:
• Beda
barisan aritmatika setelah disispkan k buah suku akan berubah dan dirumuskan:
• Banyak
suku barisan aritmatika setelah disisipkan k buah suku:
• Jumlah
n suku pertama setelah disisipkan k buah suku:
Keterangan:
b’
= beda barisan aritmatika setelah disisipkan k buah suku
n’
= banyak suku barisan aritmatika baru
n =
banyak suku barisan aritmatika lama
k =
banyak suku yang disisipkan
Sn’
= jumlah n suku pertama setelah disisipkan k buah suku
Contoh Soal:
Antara
bilangan 20 dan 116 disisipkan 11 bilangan sehingga bersama kedua bilangan
semula terjadi deret hitung. Maka jumlah deret hitung yang terjadi adalah …
Penyelesaian:
Diketahui:
deret aritmatika mula-mula: 20 + 116
a =
20
Un
= 116
n =
2
k =
11 bilangan
banyaknya
suku baru : n’ = n + (n-1) k
=
2 + (2-1) 11 = 2 + 11 = 13
Jadi,
jumlah deret aritmatika setelah sisipan adalah 884
Rumus Matematika SMA
Turunan Fungsi
Pelajaran matematika kali ini akan membahas tentang " Turunan " atau yang dikenal dengan nama lain " Differensiasi ". ...











