This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 31 Oktober 2016

Menyikapi Berita dan Perbedaan

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS 49: 6)


Saudara ku rahimakumullah,


    Menyikapi banyaknya pemberitaan di media sosial sekarang ini mari sejenak kita buka lembaran sejarah Rasulullah saw. Betapa susahnya Beliau ketika tersebar berita bohong tentang perselingkuhan antara istri beliau Aisyah ra dengan Shafwan ra yang dimotori oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Keduanya merupakan orang-orang yang mulia dan bersih dari tuduhan kotor itu. Akan tetapi berita bohong sudah terlanjur menyebar ke seluruh pelosok negeri, banyak orang termakan olehnya, dan menciptakan instabilitas di dalam rumah tangga Rasulullah saw.


    Di era Teknologi Informasi sekarang ini kita umat Islam harus belajar lebih disiplin dalam mengelola arus informasi yang mempunyai potensi ditumpangi oleh berita bohong.
Yang pertama yang harus diperhatikan adalah tanggung-jawab kita sesama muslim yang digambarkan oleh Rasulullah saw bagaikan satu bangunan untuk saling melindungi dan saling mengokohkan satu bagian terhadap yang lain. Begitu pula untuk saling menutup aib satu terhadap yang lain, agar Allah menutup aib kita kelak di akhirat. Untuk itu ketika kita mendengar berita yang tidak baik yang ditujukan kepada saudara kita sesama muslim, maka mestinya sikap yang kita tunjukkan adalah tidak percaya kepada berita tersebut, sampai kita mendapatkan bukti atau kesaksian dari orang yang diberitakan tersebut.


    Ingatlah bahwasanya sebuah mata uang selalu ada dua sisi. Ketika menanggapi sebuah berita kita tidak memandangnya dari satu sisi saja. Tidak hanya mempercayai satu pihak saja tetapi juga mempertimbangkan pandangan pihak lain yang menjadi obyek berita. Jangan sampai kita menjadi Pembohong yang digambarkan oleh Rasulullah saw bermata satu, yang memandang persoalan hanya dengan sebelah mata. Allah swt mengingatkan jangan karena kebencian kita terhadap suatu kaum menyebabkan kita berbuat tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. (QS 5: 8).


    Jika kita mendengar berita miring tentang orang Islam atau sekelompok umat Islam hendaknya kita bertabayun, seperti ayat di atas (QS 49: 6). Hendaknya kita menguji kebenaran berita tersebut kepada orang yang diberitakan dan mencari informasi terkait dari banyak pihak. Sehingga kita tidak keliru mensikapinya dan tidak menimpakan mushibah.


    Seandainya kita menjadi anggota dari satu kumpulan masyarakat yang hidup secara berjama’ah, maka Allah swt menuntunkan kepada kita untuk segera menyampaikan berita tersebut kepada pimpinan kita (QS 4: 83). Apalagi terhadap berita tentang keamanan. Berita yang belum jelas kebenarannya dapat menimbulkan masalah di tengah-tengah umat. Sehingga lebih aman bila ditangani oleh pimpinan. 


    Dengan ikhlas karena Allah semata kita menyampaikan teguran, nasehat dan saran yang membangun kalau kita menjumpai saudara kita dalam kekeliruan. Allah menuntun kita untuk tawashau bilhaq, tawashau bishshabr, dan tawashau bilmarhamah. Bahkan seandainya pimpinan melakukan kesalahan sebagai makmum kita dengan ikhlas menyampaikan teguran. Rasulullah saw memberitakan bahwa orang beriman tidak keberatan melakukan hal beramal, menegur pimpinan, dan tetap berada dalam jama’ah.


    Namun demikian di dalam menegur jangan ada perasaan sombong di dalam hati .Jangan sampai merasa bahwa diri kita lebih baik dari orang yang kita tegur. Mungkin dia salah atau jelek dalam satu hal, tetapi dia pasti memiliki kebaikan dalam banyak hal. Jangan pula merasa diri kita suci, hanya Allah saja yang mengetahui orang yang bertakwa (QS 53: 32).


    Demi keselamatan kita di hadapan Mahkamah Agung fi yaumilhisab kelak hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan orang lain (QS 49: 12). Biasanya orang yang mencari kesalahan orang lain itu disebabkan karena kekerdilan jiwanya. Sesak dada dan sempit hatinya ketika melihat kemajuan orang lain. Sehingga muncul niat jahat untuk menghambat, menjegal, bahkan merobohkannya. Persis seperti sikap orang-orang munafik yang diberitakan Allah dalam QS 4: 61 (Kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.)


    Semoga dengan semangat kebersamaan mari kita sama-sama ruju’ ilal-haq. Lapang dada dalam menerima kebenaran meskipun berbeda dengan pengetahuan, pemahaman, dan keyakinan kita selama ini. Kita harus yakin al haq itu datangnya dari Allah, maka hendaknya kita tidak ragu-ragu dalam mengikutinya (QS 2: 147).


    Kita berlapang dada dalam menerima perbedaan dan pandai mengembangkan sikap toleran. Jangan sampai kita menganggap orang yang berbeda pendapat sebagai lawan yang harus dijatuhkan. Mari kita sama-sama belajar dari Rasulullah saw dan para sahabat dalam mengelola perbedaan. Semoga Allah swt membimbing kita menuju persatuan, aamiin
Dikutip dari berbagai sumeber..

Sabtu, 29 Oktober 2016

Persamaan Linear Dua Variabel

Bentuk ax+ by = dengan a, b, adalah bilangan real , a dan b ≠ 0, dan xdan y suatu variabel.

Contoh :
a. x - 7 y
b. 2a + 5b = 9
c. 2p - 7= 1

Contoh :
Nina membeli 2x kg bawang merah dan y kg bawang putih dengan harga Rp. 46.000 . Kemudian Dina membeli lagi 4x bawang merah dan 2y bawang putih di toko yang sama seharga 103.000. Bagaimana penulisan persamaan linear dari kasus tersebut ?
Jawab :
x menyatakan variabel bawang merah dan y menyatakan variabel bawang putih
Jadi,
2x + y   = 46.000
4x + 2y = 103.000

Titik Potong Dua Garis

Ada banyak cara dalam menentukan titik potong dua buah garis. Diantaranya dengan cara substitusi.
Langkah-langkahnya:
  1. Asumsikan y1 = y2
  2. Dari pengasumsian tersebut, dapat kita temukan absis (koordinat x) dari titik potong.
  3. Substitusikan x ke salah satu persamaan, untuk menemukan y.
  4. Hasil titik potong adalah (x,y)
Contoh berikut.
Diketahui terdapat dua buah garis yang saling berpotongan dimana garis pertama memiliki persamaan y = x + 4 anggap ydan garis kedua memiliki persamaan y = -2x - 2 anggap y2. Tentukan titik potong kedua garis !
Jawab :
          y1 = y2
 x + 4 = -2x – 2
.     3x = -6
.       x = -2
substitusikan x ke salah satu persamaan, misalnya  y = x + 4
 y = -2 + 4
 y = 2
maka diperoleh titik potong pada titik (-2,2)

Menentukan Persamaan Garis

1. Persamaan garis yang bergradien m dan melalui (x1,y1)
a. Substitusi titik (x1,y1) ke persamaan y = mx + c
               y = mx + c
  y1 = mx1 + c
  c = y1 - mx1
b. Substitusi nilai c ke persamaan y = mx + c
        y = mx + c
   y = mx + y1 - mx1
   y - y1 = m(x - x1)
Sehingga dapat diberlakukan rumus : 
2. Persamaan garis yang sejajar dengan y = mx + c dan melalui (x1,y1)
Garis yang sejajar y = mx + c memiliki gradien juga,
Jadi rumus yang digunakan untuk mencari persamaan garisnya sama dengan di atas:
3. Persamaan garis yang tegak lurus dengan y = mx + c dan melalui (x1,y1)
Garis tegak lurus y = mx + c akan memiliki rumus:
4. Persamaan garis yang melalui dua buah titik sembarang (x1,y1) dan (x2,y2)
Pada dasarnya rumus gradien garis yang melalui dua buah titik sembarang:
Sehingga, hanya tinggal mensubstitusikan m ke persamaan y - y1 = m(x - x1sehingga diperoleh :

Gradien Persamaan Garis Lurus

Persamaan Garis Lurus merupakan sebuah fungsi linear,
biasa dituliskan f (x) = a x + b.
GRADIEN 
Gradien merupakan tingkat kemiringan sebuah garis. Suatu fungsi linear f(x) = a x + b, pada saat digambar pada diagram cartesius, pasti memiliki kemiringan tertentu. Itulah gradien.
Dalam penghitungan gradien, terdapat beberapa kasus dan cara penghitungan dari masing-masing kasus tersebut.
1. Gradien Garis yang Melalui Titik Pusat Koordinat (0,0) dan Satu Titik Lain (x,y)
    a. Gradien persamaan garis y = mx
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa gradien merupakan perbandingan antara komponen y dan komponen x, sehingga pada persamaan y = mx diperoleh :
Sehingga gradien garis dengan persamaan y = mx adalah m.
    b. Gradien persamaan garis y = mx + c
Untuk memahaminya, lakukan percobaan dengan menggambar grafik fungsi y = mx + c dengan m dan c sembarang. Akan diperoleh bahwa gradien garis dengan persamaan tersebut akan sama dengan m.
    c. Gradien persamaan garis ax + by + c = 0
Bagaimana dengan persamaan garis ax + by + c = 0 ? Ubah persamaan tersebut ke dalam bentuk y = mx + c, sehingga di dapat :
Untuk persamaan y = mx + c, gradien bernilai m jika dan hanya jika koefisien y adalah 1. Sehingga langkah selanjutnya adalah membuat koefisien y menjadi 1 dengan cara membagi kedua ruas dengan -b :
Persamaan di atas sudah memenuhi tipe y = mx + c, sehingga :
2. Gradien Garis yang Melalui Dua Titik Sembarang (x1,y1) dan (x2,y2)
 Gradien merupakan perbandingan antara komponen y dengan komponen x, sehingga pada kasus kali ini, kita hanya perlu mencari ∆y dan ∆x lalu membandingkan keduanya.
merupakan selisih antara y1 dan y2 (y2-y1) dan
xmerupakan selisih antara x1 dan x2 (x2-x1).
3. Sifat gradien-gradien Garis Tertentu
   a. Gradien Garis yang Sejajar Sumbu X
Jika terdapat sebuah garis yang sejajar dengan sumbu x maka gradien garis tersebut adalah 0.
   b. Gradien Garis yang Sejajar Sumbu Y
Jika terdapat sebuah garis yang sejajar dengan sumbu y maka gradien garis tersebut tidak terdefinisi (tidak ada).
   c. Gradien Dua Garis yang Sejajar
Jika terdapat dua buah garis yang sejajar, gradien kedua garis adalah sama sehingga apabila salah satu garis diketahui gradiennya:
    d. Gradien Dua Garis yang Tegak Lurus
Jika terdapat dua buah garis yang saling tegak lurus, maka hasil kali gradien kedua garis akan sama dengan -1.

Penguasaan Rumus Cepat Matematika

Contoh rumus cepat matematika yang sering (hampir selalu) berguna ketika UN, SNPTN, UMPTN adalah rumus tentang deret aritmetika.

Contoh:
Jumlah n suku pertama dari suatu deret adalah Sn = 3n^2 + n. Maka suku ke-11 dari deret tersebut adalah?
Banyak cara untuk menyelesaikan soal ini.
Cara pertama, tentukan dulu rumus Un kemudian hitung U11. Cara ini cukup panjang. Tetapi bagus Anda coba untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman konsep deret. Rumus Un dapat kita peroleh dari selisih Sn – S(n-1) .
Cara kedua, sedikit lebih cerdik dari cara pertama. Kita tidak perlu menentukan rumus Un. Karena kita memang tidak ditanya rumus tersebut. Kita langsung menghitung U11 dengan cara menghitung selisih
S11 – S10 = U11
[3(11^2) + 11] – [3(10^2) + 10]
= 3.121 – 3.100 + 11 – 10
= 3.21 + 1
= 64
Cara ketiga, adalah rumus matematika paling cepat dari kedua rumus di atas. Tetapi sebelum menerapkan cara ketiga, kita harus memahami konsepnya terlebih dahulu dengan baik.
Jadi bgieu...
Bentuk baku dari n suku pertama deret aritmetika adalah
Sn = (b/2)n^2 + k.n
Un = b(n-1) + a
a = S1 = U1
Anda harus pahami konsep di atas dengan baik. Cobalah untuk beberapa soal yang berbeda-beda. Tanpa pemahaman konsep yang baik, rumus cepat ini akan berubah menjadi rumus berat.
Dengan hanya melihat soal (tanpa menghitung di kertas) bahwa
Sn = 3n^2 + n
Kita peroleh
b = 6 (dari 3 x 2)
a = 4 (dari S1 = 3 + 1)
U11 = 6.10 + 4 = 64 (Selesai)
Semua perhitungan di atas dapat kita lakukan tanpa menggunakan alat tulis. Semua kita lakukan hanya dalam imajinasi kita. Ulangi beberapa kali. Anda pasti akan menguasainya dengan baik.
Trik untuk menguasai rumus cepat matematika adalah kuasai pula rumus standarnya – rumus biasanya. Dengan menguasai dua cara ini Anda akan semakin terampil menggunakan rumus cepat matematika.

Jumat, 28 Oktober 2016

Qs. Al-Maidah: 51

Mohon koreksinya..

Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

Apa itu Awliya’ atau Wali?

Ada berbagai macam pengertian dari wali atau awliya’. Di antara pengertiannya, wali adalah pemimpin. Istilah wali lainnya adalah untuk wali yatim, wali dari orang yang terbunuh, wali wanita. Wali yang dimaksud di sini adalah yang bertanggung jawab pada urusan-urusan mereka tadi. Semacam pemimpin negeri juga adalah yang mengepalai mengurus kaumnya dan mengatur dalam hal memerintah dan melarang. Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 45: 135.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menyebutkan bahwa wali (disebut pula: al-wilayah) dalam bahasa Arab punya makna berbagai macam. Lantas apa yang dimaksud wali atau awliya yang tidak boleh diambil dari seorang Yahudi dan Nashrani?
Yang dimaksud adalah saling tolong menolong, yaitu yang dimaksud adalah menolong mereka, baik menolongnya di sini adalah untuk mengalahkan kaum muslimin, atau menolongnya untuk mengalahkan sesama kafir. Tetap tidak boleh bagi kita membela mereka untuk mengalahkan sesama kafir. Selama pertolongan kita pada mereka tidak bermasalahat untuk Islam, maka tidak boleh. Namun jika punya maslahat bagi kaum muslimin, misal orang kafir yang saling bermusuhan ada yang sering menyakiti kaum muslimin, maka kita menolong yang tidak sering menyengsarakan kaum muslimin, seperti itu tidak mengapa karena ada maslahat. (Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Surat Al-Maidah, 2: 9)

Penjelasan Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini, “Allah Ta’ala melarang hamba-Nya yang beriman untuk loyal kepada orang Yahudi dan Nasrani. Mereka itu musuh Islam dan sekutu-sekutunya. Moga kebinasaan dari Allah untuk mereka. Lalu Allah mengabarkan bahwa mereka itu adalah auliya terhadap sesamanya. Kemudian Allah mengancam dan memperingatkan bagi orang mukmin yang melanggar larangan ini, “Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3: 417).

Pecat Dia …

Makna lain dari awliya’ atau wali adalah pemimpin atau yang diberi tanggung jawab dalam urusan penting seperti dalam kisah Umar berikut.
Ibnu Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khathab. Umar bin Khathab pernah memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan pemerintahan dilakukan oleh satu orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tersebut. Umar bin Khathab pun kagum dengan hasil pekerjaannya.
Umar berkata, “Hasil kerja orang ini bagus.”
Umar melanjutkan, “Bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami di masjid?”
Abu Musa menjawab, “Ia tidak bisa masuk masjid.”
Umar bertanya, “Kenapa? Apa karena ia junub?”
Abu Musa menjawab, “Bukan. Ia tidak bisa karena ia seorang Nashrani.”
Umar pun menegurku dengan keras dan memukul pahaku dan berkata, “Pecat dia.”
Umar lalu membacakan ayat (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad dan matan darinya. Abu Ishaq Al-Huwaini menyatakan bahwa sanad hadits ini hasanLihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 3: 417-418)
Jelas sekali bahwa ayat ini larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang memegang posisi-posisi strategis yang bersangkutan dengan kepentingan kaum muslimin.
Terakhir, semoga Allah memberi taufik dan hidayah.

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

TUGAS WAKASEK KURIKULUM
1. Memahami, mengkaji dan menguasai pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum 2016
2. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pembelajaran
3. Mengkoordinasikan dan menggerakkan kegiatan :
3.1    Penyusunan dan pengembangan RPP
3.2    Pelaksanaan pmbelajaran efektif
3.3    Penyusunan dan pengembangan sistem penilaian
3.4    Penyusunan dan pengembangan model-model pembelajaran
3.5    Menyusun dan menerapkan kriteria / persyaratan kenaikan kelas serta kelulusan
3.6    Mengatur jadwal penerimaan buku laporan penilaian hasil belajar, leger, STL, dan Ijazah
3.7    Menganalisis hasil belajar, remedial dan ketuntasan belajar
4. Mengkoordinasikan penyusunan dan pengembangan bahan ajar / modul mata pelajaran
5. Mengkoordinasikan penyusunan program pembelajaran ( tahunan dan semester) dan rencana pembelajaran
6. Membina pembelajaran MGMP sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran
7. Melaksanakan pemilihan guru berprestasi
8. Membina kegiatan lomba-lomba bidang akademis
9. Mengkoordinasikan kegiatan evaluasi / penilaian :
9.1   Ulangan harian
9.2   Ujian Praktik
9.4   Latihan ujian nasional
10. Mengkoordinasikan studi banding pembelajaran efektif ke sekolah favorit di propinsi dan atau antar propinsi
11. Memprakasi secara proaktif lomba-lomba model pembelajaran efektif
12. Menertibkan   dan   mendokumentasikan   perangkat   kurikulum   2016, perangkat pembelajaran, dll.
 WEWENANG WAKASEK BIDANG KURIKULUM
1.   Mensosialisasikan pelaksanaan dan pengembangan kurikulum 2016
2.   Mengambil tindakan kreatif pembagian tugas dan penyusunan jadwal pembelajaran
3.   Mengambil inisiatif untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan dalam penyusunan, pengambangan dan pelaksanaan kurikulum 2016
4.   Mengkoordinasikan   penyusunan   dan   pengembangan   modul   mata pelajaran / bahan ajar
5.   Mengkoordinasikan penyusunan program pembelajaran ( tahunan dan semester), skenario pembelajaran (rencana pembelajaran)
6.   Membina pembelajaran MGMP sekolah
7.   Melaksanakan pemilihan guru breprestasi
8.   Mengambil inisiatif pembinaan lomba-lomba bidang akademis
9.   Melakukan koordinasi dalam kegiatan ulangan dan ujian ( harian, semester, ujian akhir)
10. Melakukan tindakan koordinasi pelaksanaan studi banding
11. Melakukan tindakan prakasa secara proaktif lomba model pembelajaran efektif
12. Mengambil tindakan penertiban administrasi ( dokumen ) kurikulum 2016, perangkat pembelajaran dan penilaian, dll.
TANGGUNG JAWAB WAKASEK BIDANG KURIKULUM
1. Tanggung jawab terhadap Allah SWT
2. Tanggung jawab revolust
3. Tanggung jawab sosial
4. Tanggung jawab institusi, yaitu bertanggung jawab kepada atasan langsung yang memberi tugas (Kepala Sekolah)
5. Tanggung jawab terhadap hati nuraninya sendiri
HASIL KARYA YANG DIHARAPKAN
1.  Adanya sosialisasi dan penguasaan dalam pelaksanaan kurikulum 2016
2.  Adanya pembagian tugas dan jadwal pembelajaran yang efektif
3.  Adanya koordinasi dan terarahnya penyusunan perangkat pembelajaran, penerimaan buku laporan hasil belajar, STL, serta ijazah, analisis hasil belajar, kegiatan remedial dan ketuntasan belajar
4.  Adanya koordinasi pembuatan dan pengembangan bahan ajar / model mata pelajaran
5.  Tersusunya program pembelajaran (tahunan dan semester ) dan rencana pembelajaran
6.  Adanya pembinaan pembelajaran MGMP sekolah dalam meningkatkan mutu profesionalisme dan mutu pembelajaran
7.  Adanya pemilihan guru berprestasi tingkat sekolah, kabupaten, propinsi dan nasional
8.  Adanya pembinaan lomba-lomba bidang akademis tingkat sekolah, kabupaten, propinsi, dam nasional
9.  Adanya koordinasi kegiatan evaluasi / penilaian :
9.1  Ulangan harian
9.2  Latihan Ujian Nasional
9.3  Ujian Nasional
9.4  Ujian akhir semester
10. Adanya koordinasi studi banding pembelajaran efektif antar sekolah dalam kabupaten, propinsi serta nasional
11. Adanya prakasa secara proaktif dalam lomba model pembelajaran efektif
12. Adanya penertiban dokumen kurikulum 2016, perangkat pembelajaran, dll.

Tugas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

  1. TUGAS WAKIL KEPALA SEKOLAH BIDANG  KESISWAAN
    1. Memantau ketertiban siswa pada saat belajar, istrirahat, waktu pulang dan keluar /pulang dari sekolah.
    2. Melakukan koordinasi dalam penanganan kasus siswa dengan wali kelas, BP dan guru atau personil lainnya yang terkait.
    3. Mengkoordinasi kegiatan siswa yang telah diprogramkan melalui program kegiatan OSIS dan bekerja sama dengan para koordinator.
    4. Memprogramkan kerja sama kegiatan OSIS antar sekolah dan melakukan kunjungan study banding dengan sekolah lain.
    5. Membuat jadwal penanggung jawab kegiatan siswa yang dilakukan pada hari-hari libur.
    6. Melakukan pembenahan sarana/kebutuhan fisik OSIS dan bekerja sama dengan PKS sarana.
    7. Mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap kepemimpinan siswa (organisasi kelas, ekstra kurikuler dan kepemimpinan OSIS).
    8. Memprogramkan pertemuan/diskusi sebagai evaluasi organisasi yang diselenggarakan oleh kesiswaan dan koordinator kegiatan ekstra kurikuler.
    9. Mengadakan kegiatan pekan olah raga dan seni budaya dan pameran hasil karya siswa secara terpadu dan mengundang siswa SMA dari luar.
    10. Mengawasi kegiatan keagamaan
    11. Kesiswaan mengadakan temu dialog wali kelas dengan masing - masing perwakilan kelas tentang kegiatan kelas masing-masing
    12. Membantu kepala sekolah mengatur mutasi siswa
  1. TUGAS STAF BIDANG KESISWAAN
    1. Melaksanakan pembinaan terhadap 10 seksi yang ada di OSIS
    2. Melaksanakan pengaturan / persiapan dan pelaksanaan upacara bendera dan hari-hari besar lainnya
    3. Melaksanakan piket guna pemantauan dan pengawalan perilaku siswa dib sekolah
    4. Menegakkan kedisiplinan siswa yang meliputi ketepatan kehadiran/pemakaian seragam sekolah, dan yang lainnya sesuai dengan tata tertib sekolah
    5. Mengadministrasikan semua kegiatan kesiswaan
  1. TUGAS KOORDINATOR EKSTRAKURIKULER
  2. Tugas pokok koordinator ekstrakurikuler adalah membantu kepala sekolah dalam kegiatan ekstra kurikuler, sedangkan fungsi dari koordinator ekstrakurikuler adalah Menyusun program kerja kegiatan ekskul
    1. Membuat tata tertib dari masing-masing ekskul
    2. Mendata semua anggota ekskul (membuat biodata masing-masing anggota ekskul)
    3. Mendata prestasi yang sudah diperoleh anggota ekskul dan mendokumentasi-kan bukti fisik
    4. Melakukan pembinaan terhadap siswa yang mengikuti ekskul
    5. Memberikan arahan kepada setiap kegiatan ekskul
    6. Mengontrol dan mengawasi kegiatan ekskul
    7. Mengevaluasi kegiatan ekskul
    8. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan ekskul tiap bulan kepada kepala sekolah melalui Pembantu Kepala Sekolah
    9. Berkoordinasi dengan sesama koordinator ekskul lainnya dalam setiap kegiatan
    10. Berkoordinasi dengan lembaga atau instansi yang melakukan kegiatan sejenis
    11. Memelihara sarana-prasarana pendukung kegiatan ekskul
    12. Melaksanakan pengaturan / persiapan dan pelaksanaan upacara bendera dan hari-hari besar lainnya
    13. Melaksanakan piket guna pemantauan dan pengawalan perilaku siswa di sekolah
    14. Menegakkan kedisiplinan siswa yang meliputi ketepatan kehadiran/pemakaian seragam sekolah, dan yang lainnya sesuai dengan tata tertib sekolah
    15. Membuat laporan penilaian non akademis siswa tiap akhir semester.

Tugas Walikelas


Tugas Pokok Wali Kelas, Daftar Administrasi Kelas Yang Harus Dimiliki Wali Kelas dan Memahami Pengertian Manajemen Kelas- Kalau anda adalah seorang guru, pasti suatu waktu akan mendapat tugas sebagai wali kelas.Wali kelas merupakan tugas jabatan tambahan dari seorang guru, setara dengan jabatan lainnya dibawah wakil kepala sekolah tetapi tanggungjawabnya sama dan langsung ke kepala sekolah. Ketika pertama kali di daulat menjadi wali kelas, tentu bagi guru yang belum pernah menjadi wali kelas akan sedikit ragu dengan apa yang akan ia kerjakan nanti. Takut tidak bisa, dan takut melakukan kesalahan-kesalahan lainnya. Untuk itu alangkah baiknya sebelum anda mendapat tugas sebagai wali kelas untuk mempelajari terlebih dahulu pengetahuan tentang ilmu wali kelas. Ya, ilmu wali kelas. Karena biar bagaimanapun menjadi wali kelas itu perlu ilmunya, jika tidak mempelajarinya anda akan terhambat dan gagal menjadi wali kelas.

Wali kelas itu sama dengan wali siswa, atau orang tua siswa ketika di rumah. Bedanya wali kelas itu menjadi orang tua siswa ketika di sekolah. Tanggungjawabnya sama, mengayomi, mengarahkan siswa, dan memperhatikan siswa. Dari aktivitas mengarahkan, dan memperhatikan siswa tersebut nantinya ada report yang medeskripsikan masing-masing siswa. Mulai dari data nama, sampai ke nilai, wali kelas harus tahu persis siswanya. Untuk hal tersebut maka dibutuhkanlah yang namanya administrasi kelas, administrasi wali siswa.

Setelah memahami apa itu manajemen, apa itu kelas, berikutnya kita memahami secara utuh apa itu manajemen kelas?

Ada banyak pendapat tentang manajemen kelas. Salah satunya Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain dalam sebuah bukunya yang berjudul “Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif” (Jakarta: Rineka Cipta, 2006) bahwa, manajemen kelas adalah suatu upaya memperdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.

Jelas, bahwa manajemen kelas sangat perlu untuk dipahami lebih dalam oleh guru secara umum, dan wali kelas yang ingin kita bicarakan dalam artikel ini. Seorang wali kelas harus tahu bentul apa itu manajemen kelas, berikut empat proses yang harus dilakukan oleh seorang manajer, leader, pemimpin yaitu memanfaatkan orang lain yang memiliki potensi untuk mencapai segala tujuannya. Tujuannya jelas, pengelolaan kelas yang baik, beserta target-target yang ingin dicapai.


Mari kita simak, tugas pokok dari seorang wali kelas?
Dari beberapa sumber yang saya kutip, bahwa tugas dari seorang wali kelas meliputi:
  1. Pengelolaan kelas
  2. Pembuatan administrasi kelas yang meliputi pembuatan denah tempat duduk, jadwal piket, jadwal pelajaran, jurnal kelas dan tata tertib kelas. Ini dibuktikan dengan papan informasi yang dipasang didalam kelas, berikut data cetak lainnya
  3. Membuat catatan siswa, hal ini untuk proses pengarsipan data identitas siswa, dari mulai biodata sampai kepada kepribadian siswa. Ini dibuktikan dengan buku identitas siswa
  4. Mengetahui kemampuan, dan status sosial siswa
  5. Merekapitulasi kehadiran siswa, ini dibuktikan dengan adanya buku absen kelas
  6. Mengisi kumpulan nilai siswa. Ini dibuktikan dengan adanya ledger
  7. Membuat catan khusus tentang siswa. Ini dibuktikan dengan adanya buku catatan siswa
  8. Pencatatan mutasi siswa. Ini dibuktikan dengan buku mutasi
  9. Pengisian raport siswa
  10. Pembagian raport siswa
Selain 10 tugas pokok diatas, wali kelas juga harus melakukan kegiatan ini:
  1. Memilih ketua dan pengurus kelas
  2. Membuat kelompok kerja / kelompok piket
  3. Melakukan musyawarah siswa 
  4. Mengidentifikasi siswa siswi berprestasi dan tidak mampu
  5. Menyiapkan siswa berprestasi
  6. Berkomunikasi dengan guru mata pelajaran lain seputar KBM dan lainnya
  7. Berkoordinasi dengan bagian BK, dan kesiswaan
  8. Berkoordinasi dengan wali kelas lainnya
  9. Melakukan visiting ke rumah siswa untuk kejadian tertentu bersama BK, dan kesiswaan
  10. Bekerjasama dengan lembaga sekolah, atau luar sekolah untuk kegiatan siswa
  11. Dan kegiatan lainnya

Selasa, 09 Agustus 2016

Teks Bacaan Tahlil Lengkap

Teks Bacaan Tahlil
إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (اَلْفَاتِحَة)
ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا شَيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (اَلْفَاتِحَة)
ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil) (اَلْفَاتِحَة)
بـــِــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَد
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــــــِـسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ * مِن شَرِّ مَا خَلَقَ * وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ * وَمِن شَرِّ النَّفَّـثاتِ فِى الْعُقَدِ * وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بــِـــــسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّين. أمِينْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الم. ذلِكَ اْلكِتَابُ لاَرَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. اَلَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ. وَإِلهُكُمْ إِلهُ وَاحِدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لِلّهِ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَا في اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَافِى أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهِ فَيُغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. امَنَ الرَّسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبَّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ. كُلٌّ امَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَنُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لاَيُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَتُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَ أَوْ أَخْطَعْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَطَاقَةَ لَنَا بِهِ
وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا (7 مرة)
أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، إِرْحَمْنَا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (7 مرة)
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ نُوْرِ الْهُدَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ شَمْسِ الضُّحَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْعَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ
أَللّهُمَّ صَلِّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ عَلَى أَسْعَدِ مَخْلُوْقَاتِكَ بَدْرِ الدُّجَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ. عَدَدَ مَعْلُوْمَاتِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِكَ كُلَّمَا ذَكَرَكَ الذَّاكِرُوْنَ. وَغَفَلَ عَنْ ذِكْرِكَ الْغَافِلُوْنَ.
وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ سَادَتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. وَحَسْبُنَا الله وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم (7 مرة)
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَوْجُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ مَعْبُوْدٌ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ حَيٌّ بَاقٍ ,
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ (7/11/33 مرة)
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ
لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (2 مرة)
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ 33
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ
أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ. (اَلْفَاتِحَة)
Doa Tahlil
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْد الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.
اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ.  وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ. وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْملاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللهُمَّ اجْعَلْ وَاَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلناهُ وَمَا سَبَّحْنَاه وَمَا صَلَّيْنَاهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَّاصِلَةً وَّرَحْمَةً نَّازِلَةً وَّبَربكَةً شَامِلَةً وَصَدَقَةً مُتَقَبَّلَةً نُقَدِّمٌ ذَالِكَ وَنُهْدِيهِ اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أعْيُنِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسلِيْنَ، وَاْلاَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاِءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلَصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي رضي الله عنه
Jika berkendak ditujukan kepada ruh seseorang, maka baca :

وَخُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ …………..
 (sebutkan nama ruh yang dituju)

Lalu melanjutkan bacaan doa :


ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَاتِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هَاهُنَا بِسَبَبِهِ وَلأَجْلِهِ. أَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. أَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةُ

Rumus Matematika SMA

Turunan Fungsi

Pelajaran matematika kali ini akan membahas tentang " Turunan " atau yang dikenal dengan nama lain " Differensiasi ". ...