Rabu, 07 Februari 2018

Bunga Majemuk

Pengertian Bunga dan Suku Bunga
Kita tentu pernah mendengar atau membaca istilah ‘bunga’ dalam iklan-iklan bank. Namun, tahukah adik-adik apa itu bunga di dalam istilah perbankkan?
Bunga adalah jasa dari pinjaman atau simpanan yang dibayarkan pada akhir jangka waktu yang telah disepakati bersama (diambil dari buku Matematika XII SMK Kelompok: Penjualan dan Akuntansi). Jadi, ketika kita menabung di bank, misalnya sebesar satu juta rupiah, uang kita akan menjadi simpanan kita yang ditaruh di bank. Setelah jangka waktu tertentu, seakan-akan bank berterima kasih karena kita meminjamkan uang padanya, bank akan menambahkan jumlah tabungan kita. Uang tambahan itulah yang dimaksud dengan bunga. Besarnya bunga tergantung dari besarnya suku bunga yang telah disepakati bersama.
Suku bunga adalah persentase besarnya bunga. Dalam matematika, suku bunga dilambangkan dengan i dan dirumuskan dengan:
\mbox{suku bunga} = \frac{ \mbox{bunga} }{ \mbox{pinjaman mula-mula} } \times 100%

Bunga Majemuk
Bunga majemuk (commpoud interest) adalah bungayang sudah dihasilkan ditambahkan ke uang pokok pada akhir tiap-tiap periode pembayaran bunga dan kemudian ikut dipakai sebagai dasar untuk menentukan besarnya bunga pada periode berikutnya. Bunga majemuk dihitung berdasarkan saldo terakhir setelah pembungaan. (diambil dari fitriayurochmah.wordpress.com pada 16 oktober 2017)

Perbedaan Bunga Tunggal dengan Bunga Majemuk
Pada dasarnya, baik bunga tunggal maupun bunga majemuk adalah nilai jasa dari peminjaman suatu modal. Tetapi, perhitungannya sedikit berbeda.
Pada bunga tunggal, besarnya bunga hanya dipengaruhi oleh besarnya uang yang kita tabung. Kemudian, ketika tabungan kita telah berbunga, besarnya bunga pada tahun itu dan selanjutnya tetap dihitung terhadap tabungan kita.
Pada bunga majemuk, ketika tabungan kita telah berbunga, besarnya bunga pada tahun itu dihitung terhadap penjumlahan tabungan dengan bunga kita. Jadi, yang dibungakan bukan hanya tabungan kita, melainkan bunga kita juga ikut dibungakan.
Supaya lebih mudah, coba simak ilustrasi berikut:
Marjono menyimpan uang sebesar satu juta di bank A dan bank B yang keduanya sama-sama memiliki suku bunga 10%. Bedanya, bank A menerapkan sistem bunga tunggal sedangkan bank B menerapkan sistem bunga mjemuk.
Pada tahun pertama, jumlah tabungan Marjono pada bank A adalah:
tabungan awal + bunga tunggal
= 1.000.000 + 1.000.0000 x 10%
= 1.100.000
Sedangkan jumlah tabungan di bank B adalah:
tabungan awal + bunga majemuk
= 1.000.000 + 1.000.000 x 10%
= 1.100.000
Lalu, pada tahun kedua, jumlah tabungan di bank A menjadi:
tabungan tahun pertama + bunga tunggal
= 1.100.000 + 1.000.000 x 10%
= 1.200.000
Sedangkan jumlah tabunga di bank B adalah:
tabungan tahun pertama + bunga majemuk
= 1.100.000 + 1.100.000 x 10%
= 1.100.000 + 110.000
=1.210.000
Lihat bedanya?
Pada bunga tunggal, besarnya bunga yang kita dapatkan di tahun pertama tidak ikut dibungakan pada tahun kedua dan selanjutnya. Sedangkan pada bunga majemuk, bunga yang kita dapatkan akan ikut dibungakan pada tahun kedua dan begitu pula selanjutnya.
Jika kamu mau menabung di bank, sistem mana yang kamu pilih?

Rumus Umum Bunga Majemuk
M_n = M \times (1+i % )^n
dengan,
Mn = modal pada akhir tahun ke-n
M = modal awal
i = suku bunga
n = lama waktu
B = M_n - M
dengan,
B = besarnya bunga majemuk
Mn = modal pada akhir tahun ke-n
M = modal awal

Contoh Soal
Agus menabung sebesar 1.000.000 rupiah di bank dengan sistem bunga majemuk dan suku bunga 5% per tahun. Tentukan besarnya tabungan Agus pada akhir tahun ketiga!
Jawab:
Tabungan Agus mula-mula adalah 1.000.000 rupiah. Karena bank tersebut memiliki bunga 5% pertahun, maka besarnya bunga pada tahun pertama adalah 1.000.000 x 5% = 50.000 rupiah. Total tabungan Agus menjadi 1.050.000 rupiah.
Pada tahun kedua, besarnya bunga adalah 1.050.000 x 5% = 52.500 rupiah. Jadi, total tabungan Agus adalah 1.050.000 + 52.500 = 1.102.500 rupiah.
Pada tahun ketiga, besarnya bunga adalah 1.102.500 x 5% = 55.125 rupiah. Jadi, total tabungan Agus pada akhir tahun ketiga adalah 1.102.500 + 55.125 = 1.157.625 rupiah.
atau langsung dikerjakan dengan rumus,
M_n = M \times (1 + i% )^n
M_3 = 1.000.000 \times (1 + 0,05)^3
M_3 = 1.157.625
Jadi, total tabungan Agus pada akhir tahun ketiga adalah 1.157.625 rupiah.

0 komentar:

Posting Komentar

Rumus Matematika SMA

Turunan Fungsi

Pelajaran matematika kali ini akan membahas tentang " Turunan " atau yang dikenal dengan nama lain " Differensiasi ". ...