Pengertian Serta Rumus Anuitas, Efektif dan Flate Rate - bunga adalah imbal jasa
atas pinjaman uang. Imbal jasa cipal. Persentase dari pokok utang yang
dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu disebut
"suku bunga". Bunga sederhana: merupakan hasil dari
pokok utang, suku bunga per periode, dan lamanya waktu peminjaman.
![]() |
| Pengertian Serta Rumus Anuitas, Efektif dan Flate Rate |
Bunga
berbunga atau disebut juga bunga majemuk:
nilai pokok utang ini akan berubah terus setiap akhir suatu periode dengan
penambahan perhitungan bunga . misalnya pokok hutang adalah 1.000 dengan bunga
5%/tahun maka periode tahun pertama pokok hutangnya menjadi 1000+(1.000*5%) =
1.050. Pada periode tahun berikutnya maka perhitungannya menjadi
1050+(1050*5%)= 1.102,50.
Ada beberapa
sistem perhitungan dalam bunga kredit ini antara lain Anuitas, Efektif,
Flate Rate
(Sumber BI
: http://www.bi.go.id).
Anuitas
Jumlah
angsuran yang kita bayar kepada pihak pemberi kredit tidak berubah selama jangka
waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Akan tetapi walaupun komposisi besarnya
angsuran pokok dengan angsuran bunga akan berbeda setiap bulannya. Tetapi
mengahasilkan jumlah total angsuran yang sama setiap bulannya, dimana angsuran
pokok akan semakin besar sedangkan angsuran bunga akan semakin mengecil.
Rumus yang
digunakan untuk mengetahui besarnya angsuran perbulan sbb:
i = Suku bunga
m = Jumlah
periode pembayaran
Contoh
Perhitungan:
Bank A
memberikan kredit sebesar Rp 12.000.000,- selama 3 tahun (36 bulan ) dengan
suku bunga 15% pertahun. Berapa jumlah yang diangsur tiap bulan oleh pihak
penerima kredit, dan beri detail angsuran pokok dan bunga.
Dari rumus
diatas maka didapatkan
Maka
didapatkan besar angsuran yang harus dibayar setiap bulan Rp.
415.983,94
Analisa
tabelnya sebagai berikut:
Pada Cell D8
diisi rumus berikut:
|
=($B$1*($B$3/12))/(1-1/(1+$B$3/12)^$B$2)
|
ini merupakan terjemahan rumus angsuran perbulan yang ada diatas.
$B$1 :
merupakan pinjaman
$B$2 : jumlah
angsuran
$B$3 : rate
atau suku bunga
Maka ketemu
nilai kolom total angsuran, yaitu angsuran pokok + angsuran bunga.
Cara
mendapatkan Angsuran bunga:
Bunga = Saldo
terakhir x i/12
=
12.000.000,- x 15%/12
= 150.000,-
Jadi pada
angsuran awal untuk bunga = 150.000,-
dan dirumuskan
dalam bentuk excel sbb:
|
=E7*$B$3/12
|
Sedangkan untuk
angsuran dari pinjaman pokok:
angsuran
pokok = angsuran total – angsuran bunga
= 415.983,94
– 150.000
= 265.983,94
jadi angsuran
pokok awal 265.983,94
dan dalam
rumus excel sbb:
|
=D8-C8
|
Dari tabel
terlihat untuk Angsuran pokok yang dibayar semakin besar, sedangkan angsuran
bunga yang harus dibayar semakin turun.
Efektif
Perhitungan
bunga ini dilakukan berdasarkan saldo terakhir pinjaman, sehingga angsuran
bunganya semakin lama semakin menurun. Tetapi untuk angsuran pinjaman pokok
bersifat tetap. Seperti yang telah kita ketahui pada saat kita melakukan
pinjaman sebenarnya akan muncul dua angsuran yang harus dibayar yaitu angsuran
pokok pinjaman dan angsuran bunga. Tetapi disatukan dalam satu angsuran. rumus
Angsuran Bunga perbulan : Angsuran Bunga = Saldo Akhir Pinjaman x i/12 i :
merupakan suku bunga. Sedangkan Angsuran Pinjaman pokok : Angsuran Pokok =
Pinjaman/m m : merupakan jumlah berapa kali angsuran. Kita mengambil contoh
sama seperti dengan artikel sebelumnya Bank A memberikan kredit sebesar Rp
12.000.000,- selama 3 tahun (36 bulan ) dengan suku bunga 15% pertahun. Berapa
jumlah yang diangsur tiap bulan oleh pihak penerima kredit, dan beri detail
angsuran pokok dan bunga. Jawab : Angsuran pokok = 12.000.000,-/36 =333.333,33
jadi setiap bulannya kita harus membayar ansuran pokok sebesar 333.333,33.
ditambah dengan angsuran bunga yang setiap bulannya selalu berubah sesuai
dengan saldo akhir pinjaman kita.
Pada kolom
angsuran pokok diisi rumus =$B$1/($B$2) $B$1 : jumlah merupakan pinjaman $B$2 :
banyaknya periode cicilan/ angsuran Sedangkan kolom angsuran bunga berisi rumus
angsuran bunga yang telah diterangkan diatas dan dikonversikan dalam bentuk
rumus excel seperti berikut : =($B$1-(B7*(A7-1)))*$B$3/12 $B$1 : jumlah
merupakan pinjaman B7 : angsuran pokok A7 : angsuran ke $B$3 : rate / suku
bunga pertahun. Dari tabel diatas analisa perhitungaan untuk jumlah total bunga
yang dibayar = Rp. 2.775.000,- Kalau kita bandingan dengan dengan Anuitas total
bunga yang dibayar = Rp. 2.975.421,91 Disini terlihat perhitungan bunga efektif
lebih kecil atau lebih murah walaupun mempunyai suku bunga yang sama dan jumlah
pinjaman yang sama dengan periode yang sama pula.
Flate Rate
Bunga kredit
dengan memakai sistem flat sangat disukai oleh sales atau marketing pemberi
kredit (kreditor). Sebab hitung-hitungannya mudah dicerna sehingga memudahkan
komunikasi dengan calon customer. Selain itu suku bunganya mempunyai prosentasi
yang lebih rendah dari bunga efektif atau anuitas. Sehingga calon customer
seolah-olah mendapatkan suku bunga yang lebih rendah. Alasan lainnya setelah
dihitung total angsuran bunga dalam rupiah dari awal angsuran sampai akhir
angsuran ternyata sistem bunga ini lebih menguntungkan
bagi kreditor, karena dapat memberikan total angsuran yang lebih besar dari
pada memakai sistem
anuitas dan sistem
efektif walaupun sistem
flat memberikan suku bunga yang lebih rendah.
Hal inilah yang terkadang kurang disadari dari pihak peminjam (Debitor) karena
hanya melihat suku bunganya saja.
Bagaimana cara hitung-hitungannya dapat kita
ikuti seperti dibawah ini :
Kita memakai
contoh yang sama dengan Artikel-artikel sebelumnya.
Cara
penentuan suku bunga pada flat dapat dihitung berdasarkan rumus berikut:
(sumber : JawaPos 21
Desember 2008)
nilai 36
didapat dari jumlah periode angsuran yaitu 36 kali atau 36 bulan, sedangkan 3
tahun merupakan konversi dari 36 bulan ini sama dengan 3 tahun.
Angsuran
bulanan dapat dihitung dengan memakai rumus dibawah ini:

Pinjaman Rp.
12.000.000,-
Suku Bunga
Efektif = 15%
sehingga
didapatkan Angsuran bulanan = Rp. 415.983,94
Sekarang
penentuan Suku bunga Flat sebagai berikut :
Suku Bunga
Flat = 8,26% pertahun.
Jadi pada
saat penawaran kredit dengan suku bunga flat nilai 8,26% inilah yang ditawarkan
dan bila dibandingkan dengan suku bunga efektif suku bunga flat jauh lebih
kecil. Tapi dalam perhitungan total uang angsuran bila dihitung dari awal
angsuran sampai akhir angsuran nilainya belum tentu lebih kecil. Hal ini dapat
kita analisa dengan tabel berikut:
| \ |
Disini pada
saat awal sudah bisa dihitung angsuran pokoknya dan angsuran bunga.
Angsuran
pokok = Rp.12.000.000,/36
= Rp. 333.333,33
Angsuran
Bunga = Rp.12.000.000*8,26%*3 tahun/36 bulan
= Rp.82.600,-
Didalam tabel
terlihat total angsuran bunga= Rp. 2.973.600,-
Kita bisa
membandingkan dengan artikel terdahulu
total bunga
anuitas = Rp. 2.975.421,91
total bunga
efektif = Rp. 2.775.000,-
Dengan ada perhitungan-perhitungan
tersebut mudah-mudahann bisa jelas, intinya kita harus berhati-hati dengan
pemberian suku bunga rendah tapi totalnya belum tentu lebih rendah dari
sistem-sistem perhitungan yang digunakan.
Misalnya kita
ditawarkan dengan suku bunga flat 10% dan suku bunga effektif atau anuitas 15%,
secara total lebih murah memakai efektif atau anuitas dari pada memakai bunga
flat. Anda bisa coba-coba sendiri untuk menganalisa dengan mengubah rate di
nilai rate di excel yang telah saya berikan.















0 komentar:
Posting Komentar